Ketika kau melangkah, aku pasti berlari.
Kalau kau minta maaf, aku akan berlutut.
Waktu kau dekap, aku tak biarkanmu lepas.
Setelah kau terlelap, aku mulai merebah.
Saat kau bangun, kau lihat aku tersenyum.
Bila kau rindu, aku sedang mendoakanmu.
Jika kau mencintaiku, aku jauh lebih dari itu..
Jakarta, 16 Desember 2009
Rabu, 16 Desember 2009
Bumiku, Akulah Mataharimu..
Kalau kau rasa perhatianku berkurang, bukan berarti cintaku memudar.
Kau lihat matahari, sayangku? Sinarnya selalu sebegitu sepanjang waktu.
Kalaupun ada mendung dan hujan, itu karena gerak angin dan awan.
Karena mereka itu, kutahu sabar-setiamu, dan kau kan tahu kasih-tulusku..
Jakarta, 15 Desember 2009
Kau lihat matahari, sayangku? Sinarnya selalu sebegitu sepanjang waktu.
Kalaupun ada mendung dan hujan, itu karena gerak angin dan awan.
Karena mereka itu, kutahu sabar-setiamu, dan kau kan tahu kasih-tulusku..
Jakarta, 15 Desember 2009
Raih Impianmu Dengan Caraku
Kau ingin sentuh pelangi, kulukis kanvas dengan warna-warni.
Kau ingin belajar terbang, kubuatkan kau layang-layang.
Kau ingin selalu ada purnama, kutulis dan lagukan puisi-irama.
Kasihku-cintaku, katakan inginmu, utarakan impianmu.
Ku akan penuhi semampuku, ku akan berikan dengan caraku..
Jakarta, 14 Desember 2009
Kau ingin belajar terbang, kubuatkan kau layang-layang.
Kau ingin selalu ada purnama, kutulis dan lagukan puisi-irama.
Kasihku-cintaku, katakan inginmu, utarakan impianmu.
Ku akan penuhi semampuku, ku akan berikan dengan caraku..
Jakarta, 14 Desember 2009
Jam Belajar dan Bekerja di China
Semangat belajar pelajar di Nanning, Guangxi, China sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan ketat dan banyaknya jadwal pelajaran yang harus mereka tanggung dalam seminggu. Untuk murid SD dan SMP, mereka harus masuk dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Di antara jam belajar tersebut ada jam istirahat bagi mereka yaitu dari jam 12 siang sampai jam 3 sore. Total jam pelajaran mereka sehari adalah 7 jam. Pada malam hari, sebagian besar dari mereka masih harus mengambil kursus seperti bahasa Inggris, matematika dll. Walaupun tidak setiap hari, paling tidak tiga kali dalam seminggu.
Siswa SMA saya pikir memiliki beban serupa bahkan lebih berat. Mahasiswa juga tidak jauh berbeda. Bahkan mereka masih diwajibkan dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti olah raga, marching band dsb. Mereka juga memiliki jam istirahat yang sama yaitu dari jam 12 siang sampai jam 3 sore.
Kebiasaan istirahat 3 jam pada siang hari ini tidak berlaku pada semua daerah di China. Hanya sebagian saja, terutama pada daerah selatan dimana cuacanya lebih panas daripada daerah utara. Juga menjadi kebiasaan daerah yang belum begitu maju. Provinsi dan kota yang sudah maju tidak menerapkan kebijakan tersebut mengingat kondisi lalu lintas dan pola hidup yang sudah sangat padat dan heterogen tidak memungkinkan diterapkannya kebijakan ini.
Beijing, misalnya, sebagai ibukota negara, kota ini sangat padat penduduk. Banyak sekali kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalan raya. Pada awalnya, kebijakan istirahat siang diberlakukan, namun belakangan dihapus. Tiga jam yang sedianya diperuntukkan untuk makan siang dan istirahat tidak efektif di Beijing, karena masyarakat kota ini terjebak pada kemacetan dan lambannya lalu lintas kota. Sehingga jam kerja di Beijing tetap sama seperti di kota-kota besar dunia lainnya, yaitu istirahat 1 jam pada siang hari.
Nanning sebagai kota yang baru berkembang masih mengikuti pola tradisional dimana para penduduknya bersekolah atau bekerja di tempat yang tidak jauh dari rumahnya, juga lalu lintas yang tidak begitu sibuk, sehingga jarak tempuh dari sekolah/kantor ke rumahnya maksimal 30 menit.
Istirahat 3 jam pada siang hari tersebut digunakan oleh penduduk sebagai waktu bagi mereka untuk makan siang dan tidur siang. Ada pula yang menggunakannya untuk jalan-jalan saja. Pola makan penduduk China sangat konstan. Mereka biasa makan pagi pada pukul 8, makan siang pada pukul 12 dan makan malam pada pukul 6. Begitu pula dengan jenis makanan dan minumannya. Di meja makan pasti tersedia teh pahit (tanpa gula). Tradisi tersebut secara turun-temurun dari dulu hingga kini masih terjaga.
Lalu apa fungsi dari makan siang dan tidur siang bagi mereka? Mereka makan siang di rumah mereka sendiri. Tujuannya adalah sebagai sarana mereka berkumpul dengan keluarga. Banyak pasangan yang sudah menikah masih makan siang di rumah orang tua si perempuan. Ini mereka jaga agar kekerabatan antar keluarga tetap terjaga. Adapun tidur siang mereka lakukan agar ada masa istirahat bagi otak. Hal ini penting karena otak juga mengalami masa-masa jenuh terutama pada saat siang dimana panas matahari sedang tinggi dan kita sedang kenyang, sehingga otak tidak optimal lagi dalam bekerja.
Bahkan saking tingginya perhatian masyarakat China pada optimalisasi otak, mereka setiap jam belajar sudah berlangsung 45 menit, akan menerapkan istirahat dalam kelas selama 10 menit. Siswa menggunakan istirahat ini untuk memejamkan mata, merebahkan kepala, mendengarkan musik atau tidur sungguhan. Ada pula yang keluar kelas untuk mengambil udara, minum air, makan snack dan sebagainya.
Sebagai suplemen makanan penambah gizi untuk otak, mereka biasa mengkonsumsi tumbuhan biji-bijian, rasanya seperti kacang, bentuknya seperti otak. Teman saya bilang di Indonesia namanya biji kenari. Tingkat konsumsi masyarakat pada biji cukup tinggi. Biji ini berkulit agak keras. Untuk mengkonsumsinya kita terlebih dahulu harus memecah kulitnya dengan cara menekan atau mematuk kulitnya dengan benda keras. Biji ini dipercaya mampu menambah kekuatan otak. Benar atau tidak, saya tidak tahu.
Jakarta, 17 Desember 2009
Selasa, 15 Desember 2009
Bentor di China
Ada banyak jenis transportasi publik yang dimodifikasi dari kendaraan bermotor. Salah satunya di Sumatera kita kenal dengan bentor atau becak motor. Moda ini terbuat dari sepedamotor dimana bagian belakangnya dibuatkan sebuah tempat duduk untuk penumpang. Bisa untuk satu, dua atau lebih banyak lagi penumpang. Ada yang memakai tudung sebagai penahan panas penumpang, ada yang tidak. Saya perhatikan, berbagai bentuk ini mencerminkan tuntutan publik dipadukan dengan kreativitas pemiliknya.
Bentor jenis baru saya temukan di Nanning, Guangxi, China, dalam masa training saya di sana. Bentor ini dibuat dari sepedamotor lokal (merk China yang dikenal dengan kualitas kurang bagus). Tempat penumpang ada di belakang supir. Maksimal tiga penumpang bisa masuk. Penumpang dilindungi dengan atap untuk menahan panas dan pagar di samping untuk menghindari jatuh.
Ongkos bentor di China berbeda-beda. Tergantung pada tawar-menawar yang dilakukan antara penumpang dan supir. Saya waktu itu dari pusat kota ke tempat kami tinggal, kira-kira 10 menit perjalanan dengan mobil atau bentor dikenai biaya 4500 per-orang. Termasuk murah meriah dengan tingkat kecepatan cukup tinggi.
Siapa para supir bentor ini? Mereka rata-rata adalah para penyandang cacat kaki. Mereka yang memiliki kelainan pada kaki menggunakan bentor ini sebagai sarana mereka mencari nafkah. Dalam hal ini saya sangat salut pada etos dan semangat kerja masyarakat China. Mereka dengan keterbatasan yang ada tapi tetap semangat mencari nafkah dengan cara yang halal dan terhormat.
Bentor menjadi salah satu alternatif transportasi diantara bis umum dan taksi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Bis paling murah, namun dengan waktu tempuh agak lama dan dengan jalur yang tertentu (terbatas). Selain itu bis juga harus saling berdesakan dan kadang berdiri. Taksi sebagai transportasi cepat, privat dan fleksibel memang enak, tapi dengan ongkos yang cukup mahal. Bagi yang ingin bertransportasi cukup cepat dan dengan ongkos cukup murah, maka bentor menjadi pilihannya. Ingin mencoba? Silahkan...
Jkt, 16 Desember 2009
Jaminan Bagi Lansia di China
Menjadi orang lanjut usia (lansia) di China sungguh lebih baik daripada di Indonesia. Setidaknya itulah pengalaman yang bisa saya simpulkan dari perjalanan saya selama dua bulan di negeri tirai bambu itu. Saya selama dua bulan belajar tentang China secara umum di Nanning, Guangxi, China bagian Selatan. Setiap lansia di sana diberikan jaminan gratis menggunakan fasilitas umum seperti bis, kereta dan tiket masuk taman hiburan.
Setiap jam 9 pagi banyak lansia yang menggunakan waktunya untuk jalan-jalan keliling kota dengan menggunakan sarana transportasi umum. Mereka bersama para rekan dan kerabatnya menuju taman hiburan dimana mereka biasa berkumpul dan saling bercengkerama. Tidak hanya satu taman saja yang mereka explore, tapi banyak taman yang bisa mereka gunakan sebagai ajang mereka bersosialisasi dengan sesama lansia.
Para lansia itu hanya perlu menunjukkan satu kartu khusus tanda lansia dari pemerintah. Mereka menunjukkannya pada supir kendaraan umum dan mereka tinggal mengambil tempat duduk di bis tersebut.
Menjelang jam makan siang, mereka kembali ke rumah masing-masing untuk menikmati makan siang bersama keluarganya. Mereka akan kembali ke taman atau jalan-jalan kota dengan bis umum setelah jam 3. Diantara jam 12 siang hingga jam 3 sore mereka istirahat di rumah.
Selain jaminan angkutan gratis, biaya berobat ke dokter juga dibebaskan. Membandingkan ongkos angkutan umum dan pengobatan dokter di China dengan di Indonesia sungguh sangat mengejutkan. Sekali jalan dengan transportasi di China (jarak dekat atau jauh) hanya butuh sekitar 1500 rupiah (1 yuan). Berobat ke dokter spesialispun di China hanya butuh biaya sekitar 25 ribu rupiah. Sungguh sangat jauh lebih murah daripada Indonesia.
Memang masih ada beberapa pemandangan dimana beberapa lansia masih bekerja, tapi tidak begitu banyak. Mungkin para lansia yang bekerja ini adalah lansia yang tidak ditanggung oleh anaknya (keluarganya). Mereka yang masih bekerja ini rata-rata memilih sektor informal sebagai tumpuan hidup mereka, misalnya pemungut sampah, pemulung kardus bekas dan pembersih lantai atau koki. Namun mereka juga mendapatkan jaminan gratis transportasi dan berobat dari pemerintah. Hanya saja mereka tidak menggunakan waktunya untuk pergi ke taman kota.
Jakarta, 15 Desember 2009
Kamis, 08 Oktober 2009
Mimpi..
Tak ada wanita yang kukagumi selain dirimu.
Kau begitu anggun mewarnai hari-hariku.
Tak ada wanita yang membuat hatiku bergetar selain dirimu.
Kau begitu mempesona hingga setiap berjumpa denganmu aku kaku.
Aku tak bisa memilikimu.
Kau kini telah bersama yang lain.
Hanya lewat mimpi aku berani menyentuh tanganmu.
Dan mengungkapkan apa yang aku rasakan terhadapmu.
Kau tanyakan, kenapa tidak dari dulu?
Aku bilang, itulah masalahnya.
Andai bisa kubeli waktu, ingin rasanya aku beli.
Namun kita tak akan pernah bisa kembali pada masa lalu.
Lalu kau katakan, bukankah cinta tak harus memiliki?
Dan aku katakan, harus.
Lalu kau tanya, Bukankah itu dilarang?
Dan aku jawab, tidak, itu boleh saja.
Kau tanyakan, sejak kapan dan dimana?
Dan aku jawab, di dalam mimpi saja.
Aku memilikimu, hanya dalam mimpi.
Jkt, 8 Okt 09
Kau begitu anggun mewarnai hari-hariku.
Tak ada wanita yang membuat hatiku bergetar selain dirimu.
Kau begitu mempesona hingga setiap berjumpa denganmu aku kaku.
Aku tak bisa memilikimu.
Kau kini telah bersama yang lain.
Hanya lewat mimpi aku berani menyentuh tanganmu.
Dan mengungkapkan apa yang aku rasakan terhadapmu.
Kau tanyakan, kenapa tidak dari dulu?
Aku bilang, itulah masalahnya.
Andai bisa kubeli waktu, ingin rasanya aku beli.
Namun kita tak akan pernah bisa kembali pada masa lalu.
Lalu kau katakan, bukankah cinta tak harus memiliki?
Dan aku katakan, harus.
Lalu kau tanya, Bukankah itu dilarang?
Dan aku jawab, tidak, itu boleh saja.
Kau tanyakan, sejak kapan dan dimana?
Dan aku jawab, di dalam mimpi saja.
Aku memilikimu, hanya dalam mimpi.
Jkt, 8 Okt 09
Langganan:
Postingan (Atom)